Skip to main content

Pengertian, Proses, Manfaat Dan Segala Tentang Kompos

Kompos adalah : Hasil penguraian ( dekomposisi ) tidak lengkap dari campuran bahan organik, oleh populasi mikroorganisme yang membentuk komponen unsur hara sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sifat tanah.

Bahan Organik adalah : Bahan / Persenyawaan yang mudah terurai oleh mikroorganisme.
Contohnya : Sampah daun, sampah sisa makanan, kotoran, dll.
Kompos disebut juga sebagai pupuk organik ramah lingkungan dengan istilah BOKASHI       ( Bahan Organik Kaya Akan Sumber Hayati ).

  • PRINSIP PENGOMPOSAN
  adalah penurunan rasio C/N bahan organik sampah menjadi sama dengan rasio C/N tanah sehingga memungkinkan dapat diserap oleh tanaman.

Rasio C/N tanah adalah : Perbandingan antara kandungan karbon dan nitrogen.
Rasio C/N tanah adalah : 20 - 40

  • PROSES PENGOMPOSAN
yaitu dekomposisi bahan organik secara aerobik ( butuh oksigen ) oleh mikroorganisme aerob yang menghasilkan CO2, H2O, Humus, Unsur hara dan Energi ( Panas ).

Secara umum proses pengomposan dapat ditulis dengan reaksi berikut :

 
                                  Mikroba aerob
 
Bahan organik  ------------------ >  CO2 + H2O + Humus + Hara + Energi

 Artinya : Bahan Organik di proses atau diuraikan oleh mikroba aerob maka akan
                  menghasilkan karbon dioksida, air, hara dan energi.

Energi yang dihasilkan selama proses pengomposan digunakan untuk pertumbuhan reproduksi mikroorganisme, dan sisanya dilepaskan ke udara dalam benruk panas.

  • JENIS MIKROBA AEROB YANG BERPERAN 
Dalam proses pengomposan ada jenis-jenis mikroba aerob yang berperan
yaitu:

1. Jenis Mikroba Mesofilik

    Hidup pada temperatur 10 - 45 oC
    Berfungsi untuk memperkecil ukuran partikel bahan organik.

2. Jenis Mikroba Termofilik

    Hidup pada temperatur 45 - 65 oC
    Berfungsi untuk mengkonsumsi karbohidrat dan protein, sehingga bahan organik akan terurai.

  • FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES PENGOMPOSAN
  1. Ukuran bahan
  2. Kelembapan
  3. Temperatur
  4. pH
  5. Aerasi
  6. Porositas
  7. Kandungan bahan berbahaya
  8. Lama pengomposan
  9. Kandungan hara
  10. Rasio C/N
  11. Prosedur yang digunakan
  12. Aktivator yang digunakan                                                                                                                                                          
  •  Manfaat Pupuk Kompos
  1. Dalam pengerjaannya sederhana dan mudah dilakukan
  2. Tidak membutuhkan areal yang luas
  3. Menghasilkan pupuk yang ramah lingkungan
  4. Mempunyai nilai ekonomis
  5. Meningkatkan kualitas hasil panen
  6. Meningkatkan kesuburan tanah
  7. dll




 

Comments

  1. Haloo...
    absen dulu yaa?

    visit me http://downloadgamesku.blogspot.com/

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih atas komentarnya

Popular posts from this blog

Penentuan Viskositas Cairan Dengan Alat Viskometer Oswald

Viskositas adalah ketidak leluasaan aliran cairan dan gas yang disebabkan oleh gesekan antara bagian cairan tersebut. Dan menyebabkan / disebut juga kekentalan. Viskometer adalah besarnya gaya persatuan luas ( dyne/cm ). Kecepatan yang diperlukan untuk mendapatkan beda sebesar 1cm/dt antara 2 lapisan sejajar yang berjarak 2cm. Berikut adalah contoh dari bentuk viskometer oswald Penentuan Viskositas Cairan Dengan Alat Viskometer Oswald I. TUJUAN PERCOBAAN Untuk menentukan viskositas berbagai cairan dengan Metode Oswald. Mengetahui hubungan antara viskositas dengan fluiditas waktu alir dari cairan atau berbagai larutan. Mengetahui hubungan antara koefisien viskositas, massa jenis, dan waktu antara suatu cairan tertentu dengan cairan pembandingnya. Mengetahui dan memahami prinsip kerja dari percobaan viskositas berbagai larutan dengan metode Ostwald. II. LANDASAN TEORI Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliaran fluida yang...

Pengertian Dan Bahan Baku Pembuatan Pulp

Pengertian Pulp          Pulp adalah hasil pemisahan serat dari bahan baku berserat (kayu maupun non kayu) melalui berbagai proses pembuatannya (mekanis, semikimia, kimia). Pulp adalah bahan berupa serat berwarna putih yang diperoleh melalui proses penyisihan lignin dari biomassa ( delignifikasi). Pulp digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan kertas dan dapat juga dikonversi menjadi senyawa turunan selulosa termasuk selulosa asetat. Penyisihan lignin dari biomassa dapat dilakukan dengan berbagai proses yaitu mekani, semikimia dan kimia. 1.   Persiapan Bahan Baku Bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan pulp ada dua jenis : Bahan Baku Primer Untuk memperoleh serat ini diperoleh dari tumbuh-tumbuhan dengan jenis kayu (wood) dan bukan kayu (non wood).        Kayu (Wood) Kayu dapat dibedakan berdasarkan ukuran daun yang dimiliki yaitu kayu berdaun lebar dan...

Simbol Bahaya Pada Pelabelan Bahan-Bahan Kimia Berbahaya

  SIMBOL BAHAYA Di dalam laboratorium ataupun di tempat-tempat tertentu, suatu saat anda akan menemukan lambang-lambang / icon seperti : api, gas, radiasi dan sebagainya. Biasanya lambang tersebut ada di pintu sebelum masuk ruangan, atau di dinding dan pada botol atau tempat zat suatu bahan. Tahukah anda apa arti lambang-lambang tsb? Baca artikel berikut. Simbol bahaya digunakan untuk pelabelan bahan-bahan berbahaya menurut Peraturan tentang Bahan Berbahaya ( Ordinance on Hazardeous Substances ) Peraturan tentang Bahan Berbahaya ( Ordinance on Hazardeous Substances ) adalah suatu aturan untuk melindungi/menjaga bahan-bahan berbahaya dan terutama   terdiri dari bidang keselamatan kerja .  Arah Peraturan tentang Bahan Berbahaya ( Ordinance on Hazardeous Substances ) untuk klasifikasi, pengepakan dan pelabelan bahan kimia adalah valid untuk semua bidang, area dan aplikasi, dan tentu saja, juga untuk lingkungan, perlindungan   konsumer dan...