Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2013

Standarisasi Larutan Standar Sekunder NaOH

Dalam praktikum di laboratorium kita akan menemukan suatu proses yang disebut titrasi / penitaran. Pada penitaran terdapat 2 jenis larutan yaitu, Larutan standar sekunder dan larutan standar primer. Baiklah, kali ini kita akan mengulas tentang " Standarisasi Larutan Standar Sekunder NaOH "  Selamat membaca   TUJUAN  Praktikan dapat memahami dan menstandarisasi larutan baku sekunder NaOH dengan larutan baku primer. Dapat melakukan proses titrasi. TEORI DASAR Kadar suatu asam dapat ditentukan dengan cara titrasi menggunakan titrasi basa. Demikian pula sebaliknya, kadar suatu basa datap ditentukan dengan titrasi menggunakan penitrasi asam. Titrasi asam basa pada prinsipnya melibatkan reaksi penetralan ion H+ dari asam oleh ion OH- dari basa atau sebaliknya. Asam dan basa dalam air, apakah itu asam/basakuat/lemah dapat terionisasi dalam air. Reaksi asam basa adalah reaksi yang terjadi antara larutan asam dengan larutan basa, hasil reaksi ini dapat bers...

Penetapan Kesadahan Total Dalam Air Kran

Di lingkunkan kita terdapat bermacam-macam sumber air atau aliran air, seperti di sumur, air kran, sungai, dsb. Tapi air tersebut dapat mengandung zat-zat yang mengakibatkan kesadahan dalam air. Berikut adalah percobaan bagaimana cara Penetapan Kesadahan Total Dalam Air Kran. TUJUAN Untuk menghitung kesadahan total dalam sampel dengan metode kompleksometri. Dapat melakukan penentuan kesadahan total. TEORI DASAR Kesadahan total dalam air umumnya disebabkan oleh garam Ca dan MG yang larut dan ditentukan sekaligus dalam proses titrasi. Sewaktu larutan ion Mg +2 dan ion Ca +2 dititar dengan larutan EDTA, dengan indikator Erio-T, pertama-tama EDTA akan bereaksi dengan ion Ca +2 , kemudian dengan ion Mg +2 dan akhirnya dengan kompleks Mg-Erio T. Oleh karena senyawa kompleks Mg-Erio-T. berwarna merah anggur, sedangkan larutan indikator berwarna biru pada pH 7-11, maka warna larutan pada titik akhir berubah dari merah anggur menjadi biru. Reaksi : C a + 2 ...

Simbol Bahaya Pada Pelabelan Bahan-Bahan Kimia Berbahaya

  SIMBOL BAHAYA Di dalam laboratorium ataupun di tempat-tempat tertentu, suatu saat anda akan menemukan lambang-lambang / icon seperti : api, gas, radiasi dan sebagainya. Biasanya lambang tersebut ada di pintu sebelum masuk ruangan, atau di dinding dan pada botol atau tempat zat suatu bahan. Tahukah anda apa arti lambang-lambang tsb? Baca artikel berikut. Simbol bahaya digunakan untuk pelabelan bahan-bahan berbahaya menurut Peraturan tentang Bahan Berbahaya ( Ordinance on Hazardeous Substances ) Peraturan tentang Bahan Berbahaya ( Ordinance on Hazardeous Substances ) adalah suatu aturan untuk melindungi/menjaga bahan-bahan berbahaya dan terutama   terdiri dari bidang keselamatan kerja .  Arah Peraturan tentang Bahan Berbahaya ( Ordinance on Hazardeous Substances ) untuk klasifikasi, pengepakan dan pelabelan bahan kimia adalah valid untuk semua bidang, area dan aplikasi, dan tentu saja, juga untuk lingkungan, perlindungan   konsumer dan...