Perbedaan Pipa PVC dan CPVC: Mana yang Lebih Cocok untuk Kebutuhan Industri dan Rumah Tangga?


Perbedaan Pipa PVC dan CPVC: Mana yang Lebih Cocok untuk Kebutuhan Industri dan Rumah Tangga?


## Apa Itu Pipa PVC?


PVC (Polyvinyl Chloride) adalah salah satu jenis pipa plastik yang paling banyak digunakan di dunia. Material ini dikenal karena bobotnya yang ringan, tahan korosi, mudah dipasang, dan memiliki harga yang relatif terjangkau.


Pipa PVC banyak digunakan untuk:


* Instalasi air bersih.

* Saluran pembuangan (drainase).

* Sistem irigasi.

* Pelindung kabel listrik.

* Ventilasi.


Namun, PVC memiliki keterbatasan terhadap suhu tinggi sehingga tidak direkomendasikan untuk mengalirkan air panas.


---


## Apa Itu Pipa CPVC?


CPVC (Chlorinated Polyvinyl Chloride) merupakan pengembangan dari PVC yang mengalami proses klorinasi tambahan. Proses ini meningkatkan ketahanan material terhadap panas, tekanan, dan beberapa jenis bahan kimia.


Karena keunggulan tersebut, CPVC banyak digunakan pada:


* Sistem distribusi air panas.

* Industri kimia.

* Sistem perpipaan proses.

* Instalasi laboratorium.

* Sistem pemadam kebakaran (fire sprinkler) tertentu.


---


# Perbedaan PVC dan CPVC


| Aspek | PVC | CPVC |

| --------------- | ----------------------- | ------------------------------ |

| Material | Polyvinyl Chloride | Chlorinated Polyvinyl Chloride |

| Warna Umum | Putih atau abu-abu | Krem atau kuning muda |

| Ketahanan Suhu | Hingga sekitar 60°C | Hingga sekitar 93°C |

| Ketahanan Kimia | Baik | Sangat baik |

| Tekanan Kerja | Sedang | Lebih tinggi |

| Harga | Lebih murah | Lebih mahal |

| Penggunaan | Air dingin dan drainase | Air panas dan proses industri |


---


## Ketahanan Terhadap Suhu


Salah satu perbedaan paling mencolok adalah kemampuan menahan panas.


* **PVC** ideal untuk air bersuhu normal atau dingin.

* **CPVC** dirancang untuk mengalirkan air panas secara terus-menerus tanpa mengalami deformasi.


Karena itu, CPVC sering menjadi pilihan untuk instalasi air panas di gedung maupun industri.


---


## Ketahanan Terhadap Bahan Kimia


Di lingkungan industri, ketahanan terhadap bahan kimia menjadi faktor penting.


PVC mampu menahan berbagai jenis asam dan basa ringan. Namun, untuk bahan kimia dengan suhu tinggi atau konsentrasi lebih besar, CPVC memiliki performa yang lebih baik karena stabilitas materialnya lebih tinggi.


---


## Kekuatan Mekanis


CPVC memiliki kekuatan mekanis yang lebih baik dibandingkan PVC, terutama pada suhu tinggi. Material ini lebih tahan terhadap tekanan dan memiliki umur pakai yang lebih panjang pada kondisi operasi yang berat.


---


## Perbedaan Harga


Karena proses produksinya lebih kompleks, harga pipa CPVC umumnya lebih mahal dibandingkan PVC.


Meskipun demikian, biaya investasi tersebut sebanding dengan performa dan umur pakainya pada aplikasi yang membutuhkan ketahanan suhu dan bahan kimia yang tinggi.


---


## Kelebihan Pipa PVC


* Harga ekonomis.

* Ringan dan mudah dipasang.

* Tidak berkarat.

* Perawatan mudah.

* Cocok untuk air dingin dan saluran pembuangan.


### Kekurangan PVC


* Tidak cocok untuk air panas.

* Ketahanan suhu terbatas.

* Dapat melunak jika terkena panas tinggi.


---


## Kelebihan Pipa CPVC


* Tahan terhadap suhu tinggi.

* Lebih tahan terhadap bahan kimia agresif.

* Umur pakai lebih panjang pada kondisi berat.

* Cocok untuk sistem perpipaan industri.


### Kekurangan CPVC


* Harga lebih mahal.

* Memerlukan fitting dan lem khusus.

* Tidak selalu diperlukan untuk aplikasi sederhana.


---


# Kapan Sebaiknya Menggunakan PVC?


Pilih pipa PVC apabila digunakan untuk:


* Instalasi air bersih rumah.

* Saluran drainase.

* Irigasi.

* Ventilasi.

* Pelindung kabel.


---


# Kapan Sebaiknya Menggunakan CPVC?


Pilih pipa CPVC apabila digunakan untuk:


* Instalasi air panas.

* Industri kimia.

* Pabrik makanan dan minuman.

* Sistem perpipaan proses.

* Laboratorium.

* Aplikasi yang membutuhkan ketahanan terhadap suhu tinggi.


---


# Kesimpulan


PVC dan CPVC sama-sama merupakan material perpipaan yang memiliki keunggulan masing-masing.


PVC menjadi pilihan yang ekonomis dan efektif untuk instalasi air dingin serta saluran pembuangan. Sementara itu, CPVC menawarkan ketahanan yang lebih tinggi terhadap panas, tekanan, dan bahan kimia sehingga lebih cocok digunakan pada aplikasi industri maupun sistem air panas.


Memilih jenis pipa yang tepat akan membantu meningkatkan efisiensi, keamanan, dan umur pakai sistem perpipaan sesuai kebutuhan operasional.


Ion Exchanger: Pengertian, Prinsip Kerja, Jenis, dan Aplikasinya di Industri

# Ion Exchanger: Pengertian, Prinsip Kerja, Jenis, dan Aplikasinya di Industri


## Apa Itu Ion Exchanger?


**Ion exchanger** atau **penukar ion** adalah suatu proses pemurnian yang menggunakan media resin khusus untuk menukar ion-ion yang tidak diinginkan dalam suatu larutan dengan ion lain yang terdapat pada resin. Teknologi ini banyak digunakan di industri kimia, pembangkit listrik, farmasi, makanan dan minuman, hingga pengolahan air karena mampu menghasilkan air dengan tingkat kemurnian yang sangat tinggi.


Dalam industri, ion exchanger berperan penting untuk menghilangkan kandungan mineral seperti kalsium (Ca²⁺), magnesium (Mg²⁺), natrium (Na⁺), klorida (Cl⁻), sulfat (SO₄²⁻), dan silika yang dapat menyebabkan kerak, korosi, maupun penurunan efisiensi peralatan.


---


# Prinsip Kerja Ion Exchanger


Ion exchanger bekerja berdasarkan **pertukaran ion** antara larutan dengan resin.


Saat air mengalir melewati resin:


* Ion yang tidak diinginkan akan menempel pada resin.

* Resin akan melepaskan ion pengganti ke dalam air.

* Setelah kapasitas resin habis, resin harus diregenerasi menggunakan bahan kimia tertentu agar dapat digunakan kembali.


Proses ini berlangsung secara terus-menerus hingga resin mencapai titik jenuh.


---


# Jenis-Jenis Resin Ion Exchanger


## 1. Cation Exchange Resin


Resin kation berfungsi menukar ion bermuatan positif, seperti:


* Kalsium (Ca²⁺)

* Magnesium (Mg²⁺)

* Natrium (Na⁺)

* Besi (Fe²⁺)


Biasanya resin diregenerasi menggunakan:


* Asam klorida (HCl)

* Asam sulfat (H₂SO₄)


---


## 2. Anion Exchange Resin


Resin anion digunakan untuk menghilangkan ion bermuatan negatif, seperti:


* Klorida (Cl⁻)

* Sulfat (SO₄²⁻)

* Nitrat (NO₃⁻)

* Silika (SiO₂ dalam bentuk ion)


Regenerasi dilakukan menggunakan:


* Natrium hidroksida (NaOH)


---


## 3. Mixed Bed Resin


Mixed bed merupakan campuran resin kation dan anion dalam satu kolom.


Keunggulannya:


* Menghasilkan air dengan konduktivitas sangat rendah.

* Cocok untuk kebutuhan air ultrapure.

* Banyak digunakan pada pembangkit listrik dan industri elektronik.


---


# Tahapan Operasi Ion Exchanger


### 1. Service


Air baku melewati resin dan proses pertukaran ion berlangsung.


### 2. Backwash


Aliran air dibalik untuk mengembang­kan resin dan menghilangkan kotoran yang terperangkap.


### 3. Regenerasi


Resin dipulihkan menggunakan bahan kimia sehingga kembali aktif.


### 4. Rinse


Sisa bahan kimia regenerasi dibilas hingga kualitas air memenuhi spesifikasi.


---


# Komponen Utama Sistem Ion Exchanger


* Kolom resin

* Resin penukar ion

* Distributor air

* Underdrain

* Katup otomatis atau manual

* Tangki regenerasi

* Pompa dosing bahan kimia

* Instrumen tekanan dan konduktivitas


---


# Keunggulan Ion Exchanger


* Menghasilkan air dengan kemurnian tinggi.

* Mengurangi pembentukan kerak pada boiler dan heat exchanger.

* Meminimalkan korosi pada sistem perpipaan.

* Resin dapat digunakan kembali setelah diregenerasi.

* Biaya operasional relatif ekonomis dibanding beberapa metode pemurnian lainnya.


---


# Kekurangan Ion Exchanger


* Memerlukan bahan kimia untuk regenerasi.

* Resin memiliki umur pakai terbatas.

* Membutuhkan pengawasan kualitas air secara berkala.

* Air baku dengan kandungan padatan tersuspensi tinggi memerlukan pretreatment agar resin tidak cepat kotor.


---


# Aplikasi Ion Exchanger di Industri


Ion exchanger banyak diterapkan pada berbagai sektor industri, antara lain:


* **Pembangkit listrik (Power Plant)** untuk produksi air demineralisasi boiler.

* **Industri kimia** sebagai penyedia air proses berkemurnian tinggi.

* **Industri pulp dan kertas** untuk pengolahan air proses.

* **Industri farmasi** dalam produksi air murni sesuai standar.

* **Industri makanan dan minuman** untuk meningkatkan kualitas air produksi.

* **Industri elektronik dan semikonduktor** yang membutuhkan air ultrapure.


---


# Perawatan Ion Exchanger


Agar sistem bekerja optimal, beberapa langkah perawatan yang perlu dilakukan meliputi:


* Memantau tekanan diferensial pada kolom.

* Mengukur konduktivitas air hasil.

* Memastikan regenerasi dilakukan sesuai kapasitas resin.

* Membersihkan resin bila terjadi fouling akibat besi atau bahan organik.

* Mengganti resin apabila kapasitas pertukaran ion sudah menurun.


---


# Kesimpulan


Ion exchanger merupakan teknologi pemurnian air yang sangat penting dalam berbagai industri. Dengan memanfaatkan resin penukar ion, sistem ini mampu menghilangkan mineral terlarut sehingga menghasilkan air berkualitas tinggi untuk berbagai kebutuhan proses. Agar performanya tetap optimal, ion exchanger memerlukan pengoperasian yang benar, regenerasi yang tepat, dan perawatan rutin.


Sedimentasi: Pengertian, Prinsip Kerja, Jenis, dan Penerapannya dalam Industri

Sedimentasi: Pengertian, Prinsip Kerja, Jenis, dan Penerapannya dalam Industri


## Apa Itu Sedimentasi?


**Sedimentasi** adalah proses pemisahan partikel padat dari fluida (cairan atau gas) dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Partikel yang memiliki massa jenis lebih besar daripada fluida akan mengendap ke dasar wadah, sedangkan fluida yang lebih jernih akan berada di bagian atas.


Proses ini merupakan salah satu metode pemisahan yang paling sederhana, hemat energi, dan banyak digunakan di berbagai industri seperti pengolahan air, pengolahan limbah, pertambangan, makanan dan minuman, hingga industri kimia.


---


## Prinsip Kerja Sedimentasi


Prinsip dasar sedimentasi adalah memanfaatkan perbedaan massa jenis antara partikel padat dan fluida.


Tahapan proses sedimentasi meliputi:


1. **Fluida yang mengandung partikel padat masuk ke bak sedimentasi.**

2. **Kecepatan aliran diperlambat** sehingga partikel memiliki waktu untuk mengendap.

3. **Partikel padat turun ke dasar** akibat gaya gravitasi.

4. **Fluida yang lebih jernih keluar** melalui bagian atas bak.

5. **Endapan (sludge)** dikumpulkan dan dikeluarkan secara berkala menggunakan scraper atau pompa lumpur.


---


## Faktor yang Mempengaruhi Sedimentasi


Keberhasilan proses sedimentasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:


* Ukuran partikel

* Massa jenis partikel

* Viskositas fluida

* Suhu fluida

* Kecepatan aliran

* Waktu tinggal (retention time)

* Bentuk partikel

* Konsentrasi padatan


Semakin besar ukuran dan massa jenis partikel, maka proses pengendapan akan berlangsung lebih cepat.


---


## Jenis-Jenis Sedimentasi


### 1. Sedimentasi Diskrit (Discrete Settling)


Terjadi ketika partikel mengendap secara individual tanpa saling berinteraksi.


Contoh:


* Pasir dalam air

* Kerikil halus


---


### 2. Sedimentasi Flokulen (Flocculent Settling)


Partikel saling bergabung membentuk flok sehingga ukuran partikel bertambah besar dan proses pengendapan menjadi lebih cepat.


Contoh:


* Pengolahan air menggunakan koagulan dan flokulan.


---


### 3. Sedimentasi Zona (Zone Settling)


Partikel mengendap secara bersamaan sebagai satu lapisan karena konsentrasi padatan cukup tinggi.


Contoh:


* Thickener pada industri pertambangan.


---


### 4. Sedimentasi Kompresi (Compression Settling)


Terjadi ketika endapan telah sangat padat sehingga partikel saling menekan.


Contoh:


* Dasar tangki lumpur (sludge tank).


---


## Peralatan Sedimentasi


Beberapa peralatan yang umum digunakan antara lain:


* Circular Clarifier

* Rectangular Clarifier

* Settling Tank

* Thickener

* Lamella Clarifier

* Cone Settler


Masing-masing dirancang sesuai kapasitas dan karakteristik padatan yang akan dipisahkan.


---


## Penerapan Sedimentasi di Industri


### 1. Industri Pengolahan Air


Sedimentasi digunakan untuk menghilangkan lumpur dan partikel tersuspensi sebelum proses filtrasi.


### 2. Industri Kimia


Digunakan untuk memisahkan kristal hasil reaksi, katalis, maupun padatan dari larutan proses.


### 3. Industri Pertambangan


Dimanfaatkan pada thickener untuk mengendapkan tailing dan mengembalikan air proses.


### 4. Industri Pulp dan Kertas


Sedimentasi membantu memisahkan serat, lumpur, dan padatan dari air limbah.


### 5. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)


Merupakan salah satu proses utama dalam mengurangi Total Suspended Solids (TSS) sebelum tahap pengolahan lanjutan.


---


## Kelebihan Sedimentasi


* Konsumsi energi rendah

* Biaya operasional relatif murah

* Perawatan mudah

* Kapasitas besar

* Cocok untuk operasi kontinu

* Efektif mengurangi kandungan padatan tersuspensi


---


## Kekurangan Sedimentasi


* Membutuhkan area yang cukup luas

* Tidak efektif untuk partikel sangat halus

* Proses relatif lambat

* Perlu pembersihan lumpur secara berkala

* Sering memerlukan bantuan koagulan atau flokulan untuk meningkatkan efisiensi


---


## Tips Meningkatkan Efisiensi Sedimentasi


Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja sedimentasi adalah:


* Mengoptimalkan waktu tinggal (retention time).

* Menjaga laju aliran tetap stabil.

* Menggunakan koagulan dan flokulan bila diperlukan.

* Membersihkan endapan secara rutin.

* Memastikan distribusi aliran masuk merata agar tidak terjadi aliran pintas (short-circuiting).


---


## Kesimpulan


Sedimentasi merupakan proses pemisahan padatan dari fluida dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Metode ini banyak digunakan karena sederhana, ekonomis, dan efektif untuk mengurangi kandungan padatan tersuspensi pada berbagai aplikasi industri.


Dengan memahami prinsip kerja, faktor yang memengaruhi, jenis-jenis sedimentasi, serta penerapannya, operator maupun praktisi industri dapat mengoptimalkan proses pemisahan sehingga efisiensi operasi meningkat dan kualitas produk atau hasil pengolahan menjadi lebih baik.


Fungsi Tributyl di Industri Kimia: Peran Penting sebagai Antifoam dan Bahan Aditif

Fungsi Tributyl di Industri Kimia: Peran Penting sebagai Antifoam dan Bahan Aditif

Dalam berbagai proses industri kimia, pembentukan busa sering menjadi masalah yang dapat mengganggu efisiensi operasi. Salah satu bahan kimia yang banyak digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah tributyl. Istilah "tributyl" sendiri mengacu pada senyawa yang memiliki tiga gugus butil, seperti Tributil Fosfat (Tributyl Phosphate/TBP) atau Tributil Fosfat sebagai antifoam, tergantung aplikasinya. Di industri kimia, TBP merupakan salah satu senyawa yang paling umum digunakan.


Apa Itu Tributyl?

Tributil Fosfat (TBP) adalah cairan bening yang memiliki sifat:


Tidak mudah menguap.


Tidak larut sempurna dalam air.


Stabil pada suhu operasi industri.


Memiliki kemampuan menurunkan tegangan permukaan.


Karena sifat tersebut, TBP dimanfaatkan dalam berbagai proses industri.


Fungsi Tributyl di Industri Kimia

1. Sebagai Antifoam (Penghilang Busa)

Fungsi utama tributyl adalah sebagai antifoam atau defoamer.


Pada proses yang melibatkan agitasi, reaksi kimia, maupun aliran gas, sering terbentuk busa yang dapat menyebabkan:


Overflow pada tangki.


Gangguan pembacaan level.


Penurunan efisiensi perpindahan massa.


Gangguan pada pompa dan peralatan proses.


Tributyl bekerja dengan memecah lapisan tipis gelembung sehingga busa cepat menghilang.


2. Meningkatkan Efisiensi Proses

Dengan berkurangnya busa:


Volume reaktor dapat dimanfaatkan secara optimal.


Laju produksi meningkat.


Risiko kehilangan produk akibat luapan dapat dikurangi.


Operasi menjadi lebih stabil.


3. Digunakan pada Proses Ekstraksi Pelarut

TBP juga banyak digunakan sebagai solvent extraction agent, terutama untuk memisahkan logam tertentu dari larutan.


Contohnya pada:


Industri nuklir.


Industri logam tanah jarang (rare earth).


Pemurnian logam.


4. Membantu Operasi di Industri Pulp dan Kimia

Pada industri pulp dan kertas maupun pabrik kimia berbasis klorin di mana pembentukan busa sering terjadi, tributyl membantu:


Menjaga kestabilan level tangki.


Mengurangi gangguan operasi.


Meningkatkan efisiensi absorber dan scrubber.


Mengurangi carry-over cairan.


Keuntungan Penggunaan Tributyl

Beberapa keuntungan penggunaan tributyl antara lain:


Sangat efektif pada dosis rendah.


Tidak mudah menguap.


Stabil terhadap suhu operasi.


Mengurangi downtime akibat masalah busa.


Meningkatkan efisiensi proses produksi.


Hal yang Perlu Diperhatikan

Meskipun bermanfaat, penggunaan tributyl harus dikontrol dengan baik karena:


Dosis berlebihan dapat memengaruhi proses tertentu.


Harus mengikuti prosedur keselamatan kerja (APD lengkap).


Penyimpanan dilakukan di tempat sejuk dan tertutup.


Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata.


Kesimpulan

Tributyl, khususnya Tributil Fosfat (TBP), merupakan bahan kimia yang memiliki peran penting di berbagai industri proses. Fungsi utamanya sebagai antifoam membantu mengendalikan pembentukan busa sehingga proses produksi menjadi lebih stabil dan efisien. Selain itu, TBP juga dimanfaatkan sebagai pelarut ekstraksi dalam berbagai proses pemurnian kimia dan logam.


Dengan penggunaan yang tepat, tributyl dapat meningkatkan keandalan operasi, mengurangi gangguan proses, serta mendukung efisiensi produksi di industri kimia, pulp dan kertas, petrokimia, hingga metalurgi.

Jenis-Jenis Pipa di Industri Kimia: Fungsi, Material, dan Aplikasinya



Jenis-Jenis Pipa di Industri Kimia: Fungsi, Material, dan Aplikasinya

Industri kimia merupakan salah satu sektor yang sangat bergantung pada sistem perpipaan. Pipa digunakan untuk mengalirkan berbagai jenis fluida, mulai dari air, uap (steam), udara bertekanan, bahan kimia korosif, minyak, gas, hingga slurry. Oleh karena itu, pemilihan jenis pipa yang tepat sangat penting untuk menjamin keselamatan, efisiensi, dan keandalan proses produksi.

Mengapa Pemilihan Pipa Sangat Penting?

Setiap fluida memiliki karakteristik yang berbeda, seperti:

  • Tingkat korosivitas

  • Suhu operasi

  • Tekanan kerja

  • Abrasivitas

  • Reaktivitas terhadap material pipa

Kesalahan dalam memilih material pipa dapat menyebabkan kebocoran, korosi, kerusakan peralatan, bahkan kecelakaan kerja.


1. Carbon Steel Pipe

Carbon steel merupakan jenis pipa yang paling banyak digunakan di industri kimia.

Kelebihan

  • Harga relatif ekonomis.

  • Kuat terhadap tekanan tinggi.

  • Mudah dilas dan difabrikasi.

  • Cocok untuk steam, air proses, dan minyak.

Kekurangan

  • Mudah mengalami korosi apabila kontak dengan bahan kimia tertentu.

Aplikasi

  • Jalur steam

  • Cooling water

  • Fire water

  • Compressed air

  • Utility piping


2. Stainless Steel Pipe

Pipa stainless steel memiliki ketahanan korosi yang jauh lebih baik dibanding carbon steel.

Jenis yang paling umum:

  • SS304

  • SS304L

  • SS316

  • SS316L

Kelebihan

  • Tahan korosi.

  • Permukaan halus.

  • Higienis.

  • Umur pakai panjang.

Aplikasi

  • Industri makanan

  • Farmasi

  • Petrokimia

  • Asam ringan

  • Air demineralisasi


3. PVC (Polyvinyl Chloride)

PVC banyak digunakan untuk sistem perpipaan dengan tekanan rendah.

Kelebihan

  • Ringan

  • Murah

  • Tidak berkarat

  • Mudah dipasang

Kekurangan

  • Tidak tahan suhu tinggi.

Aplikasi

  • Air bersih

  • Drainase

  • Chemical dosing ringan


4. CPVC (Chlorinated PVC)

CPVC merupakan pengembangan dari PVC yang mampu bekerja pada temperatur lebih tinggi.

Kelebihan

  • Lebih tahan panas.

  • Lebih tahan terhadap bahan kimia.

Aplikasi

  • Air panas

  • Larutan kimia

  • Sistem utilitas proses


5. HDPE (High Density Polyethylene)

HDPE banyak digunakan untuk perpipaan bawah tanah maupun distribusi bahan kimia.

Kelebihan

  • Fleksibel

  • Tahan benturan

  • Anti korosi

  • Sambungan menggunakan butt fusion sehingga minim kebocoran.

Aplikasi

  • Air industri

  • Limbah

  • Jalur bawah tanah

  • Distribusi chemical


6. FRP (Fiberglass Reinforced Plastic)

FRP dibuat dari serat kaca yang diperkuat resin khusus.

Kelebihan

  • Sangat tahan korosi.

  • Ringan.

  • Umur panjang.

Kekurangan

  • Tidak tahan benturan keras.

Aplikasi

  • Air laut

  • Asam

  • Alkali

  • Cooling water


7. PTFE Lined Pipe

Pipa ini menggunakan lapisan PTFE (Teflon) pada bagian dalam.

Kelebihan

  • Sangat tahan terhadap hampir semua bahan kimia.

  • Permukaan licin.

  • Tidak mudah bereaksi.

Aplikasi

  • HCl

  • H₂SO₄

  • NaOH

  • Chlorine

  • Solvent


8. Alloy Steel Pipe

Digunakan pada temperatur dan tekanan tinggi.

Material umum:

  • Chrome-Moly (Cr-Mo)

Kelebihan

  • Tahan panas tinggi.

  • Tahan creep.

  • Kuat terhadap tekanan tinggi.

Aplikasi

  • Boiler

  • Superheater

  • Steam tekanan tinggi


9. Copper Pipe

Walaupun tidak terlalu umum di industri kimia berat, pipa tembaga masih digunakan.

Aplikasi

  • Instrument air

  • Refrigerasi

  • Sistem pendingin


10. Glass Lined Pipe

Bagian dalam pipa dilapisi kaca khusus.

Kelebihan

  • Sangat tahan korosi.

  • Tidak bereaksi dengan banyak bahan kimia.

Aplikasi

  • Industri farmasi

  • Reaktor kimia

  • Asam kuat