Prosedur Pengolahan Limbah Padat


Contoh dari proses pengolahan limbah padat adalah pembuatan kompos padat. 
Postingan ini adalah sambungan dari Mengolah limbah padat

Bahan yang digunakan :
  1. Limbah kotoran ternak ( 1 blek )
  2. Limbah dedak halus ( 1 blek )
  3. Limbah sekam padi  ( 1 blek )
  4. Molases ( tetes tebu / gula aren ) ( 5 sendok )
  5. Aktivator EM4 ( 5 sendok makan )
  6. Air ( 10 liter )
Alat yang digunakan :
  1. Ember plastik besar
  2. Garu atau sendok pencampur bahan
  3. Karung goni
  4. Gayung
  5. Ayakan
Prosedur kerja :
  1. Campurkan semua bahan limbah.
  2. Larutkan molases ke dalam air, aduk rata.
  3. Tambahkan EM4 campurkan dan aduk rata.
  4. Siramkan larutan tersebut ke dalam campuran limbah kemudian aduk hingga rata dengan kadar air sekitar 30 - 40 %.
  5. Ratakan campuran bahan dalam goni, setebal 15 - 20 cm diatas lantai ( goninya dalam keadaan rebah ).
  6. Setelah 6 sampai 7 hari, kompos sudah matang.
  7. Lakukan pemisahan dengan cara pengayakan.
  8. Lakukan identifikasi kompos.
Keterangan :
  • Untuk mengetahui kadar air 30 - 40 % dengan cara meremas campuran bahan dengan tangan. Campuran akan tetap menggumpal di tangan dan mudah pecah jika disentuh.
  • EM4 adalah aktivator pengomposan dan kepanjangannya adalah ( Effective Mikroorganisme ) yang mengandung : Azotobactner sp, lactobacillus sp, ragi, bakteri fotosintesik dan jamur pengurai selulosa.
 
Teori dasar mengolah limbah padat klick disini 

Mengolah Limbah Padat

http://kimiatip.blogspot.com/2014/03/mengolah-limbah-padat.html

Tahapan pengolahan secara umum :
  1. Pemisahan limbah ( berdasarkan jenis ).
  2. Pengecilan ukuran ( pencacahan / penggilingan.
  3. Pengolahan ( tergantung prosedur dai metoda yang dipilih ).
  4. Pemisahan hasil pengolahan ( untuk mendapatkan hasil ).
  5. Identifikasi hasil pengolahan.

Faktor yang memperngaruhi proses pengomposan :
  • Ukuran bahan 
Semakin kecil ukuran bahan maka luas permukaan semakin besar sehingga proses penguraian semakin cepat.
  • Kelembapan
Kadar air sekitar 40 - 60%, karna mikroorganisme membutuhkan air sebagai tempat hidup.
  • Temperatur
Temperatur yang baik adalah pada suhu 55 - 75 (0 Celcius) dimana pada suhu ini mikroorganisme dapat tumbuh 3 kali lipat dan sehingga penurunan  C / N dapat berjalan lancar.
  • pH
pH yang baik adalah antara 6 - 8, jika terlalu asam mikroorganisme akan mati dan jika terlalu basa unsur N akan menjadi NH3.
  • Prosedur yang digunakan
  • Aktivator yang digunakan
 
Prosedur percobaan pengolahan limbah padat klick disini  
   

Melaksanakan Proses Ekstraksi




I. TUJUAN
  1. Dapat melakukan proses ekstraksi sesuai dengan instruksi kerja yang diberikan.
  2. Mampu mengidentifikasi hasil ekstraksi yang didapat.
  3. Mengetahui perbedaan ekstraksi cair-cair dan padat cair.
II. TEORI DASAR

Karena bahan teori dasar banyak, jadi untuk teori dasar dipindahkan dan dapat dilihat pada link berikut Teori Dasar Ekstraksi

III. ALAT DAN BAHAN

EKSTRAKSI CAIR-CAIR
EKSTRAKSI PADAT-CAIR
ALAT
ALAT
Corong pemisah
Labu didih
Selang
Standar dan klem
Soklet
Gelas piala
Gelas piala
Kondensor gundul
Pisau
Gelas ukur
Standar dan klem
Gelas ukur

Tube
Mantel pemanas



BAHAN
BAHAN
Etanol
Kemiri
N – heksana
Minyak sawit
Minyak sawit
Aquades

Metanol



IV. PROSEDUR KERJA
Cair - Cair
  1. Ambil minyak sawit 25 ml dan di ekstrak dengan etanol 25ml dengan cara dikocok-kocok hingga dengan etanol tercampur.
  2. Didiamkan hingga terpisah antara lapisan minyak dan etanol.
  3. Dipisahkan etanol dari minyak dengan membuka tutup corong pemisah dan etanol dikeluarkan dengan membuka kran.
  4. Minyak diekstrak kembali dengan etanol yang telah diambil lagi sebanyak 25 ml dan lakukan dengan cara yang sama.
Padat - Cair
  1. Merangkai alat sesuai instruksi.
  2. Menimbang kemiri 25 gram dam diiris halus, lalu dimasukkan ke dalam kertas saring/
  3. Dimasukkan kedalam soklet dan diisi dengan n-heksana sepenuhnya setelah n-heptana turun ke dalam labu didih, lalu diisi lagi dengan n-heksana setengahnya.
  4. Didihkan air pada pendingin sendok. Lalu hidupkan mantel pemanas.
  5. Ekstraksi dilakukan sampai 4 kali sirkulasi.
  6. Kemudian lakukan pada pemekatan pada hasil ekstraksi.
  7. Setelah selesai, dimasukkan kedalam oven sekitar 15 menit ( cawan porselen telah ditimbang).
  8. Timbang berat cawan porselen + hasil ekstraksi.

V.  PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
Cair-Cair
  1. setelah minyak dimasukkan ke dalam corong pemisah, terdapat bidang batas tetapi belum terlalu tampak. Setelah dikocok terdapat bidang batas yang jelas ( terdapat 2 lapisan ).
  2. Saat membuka kran sebaiknya dibuka tutup corong pemisah terdahulu agar alirannya mudah    ( terdapat udara).
Padat-Cair

Data ekstraksi cair-cair
  • V minyak sawit = 25ml
  • V metanol = 2 x 25ml
  • cawan kosong = 31,58 gram
  • cawan kosong + hasil ekstraksi =  32,53 gram
  • hasil ekstraksi = 0,95 gram
Data ekstraksi padat-cair
  • kemiri = 25,03 gram
  • cawan kosong = 38,70 gram
  • cawan kosong + minyak kemiri = 47,89 gram        
  • hasil = 9,19 gram
Perhitungan
A. Ekstraksi cair-cair
rendemen = gram hasil / gram bahan baku      x 100%
                 = 0,95 / 25,00   x 100% 
                 = 3,8 %

B. Ekstraksi padat-cair
rendemen = gram hasil / gram bahan baku      x 100%
                 = 9,19 / 25,03   x 100 %
                 = 36,72 %

VI. KESIMPULAN
A. Cair-cair
Minyak diekstraksi dengan etanol untuk pencucian suatu konstituen dalam suatu sampel kesuatu pelarut dilakukan dengan cara mengocok.

B. Padat-cair
Hasil yang didapatkan dari hasil percobaan ekstraksi cair-cair rendemennya sebanyak 3,8%, sedangkan pada ekstraksi padat cair hasil yang didapatkan 36,72 %.

Pengertian, Sifat, Pembagian Dan Istilah Umum Ekstraksi

Ekstraksi adalah :  
proses pemindahan atau pencucian suatu konstituen dalam suatu sampel ke suatu pelarut dengan cara mengaduk atau melarutkannya.

Pengertian lain dari ekstraksi adalah :
Pemisahan atau pengambilan zat cair dalam suatu bahan atau sampel.

Proses ekstraksi dapat dibedakan 2 fase, dapat dilakukan 1 kali ekstraksi  dan beberapa kali ekstraksi  kontinyu.

Dari segi teknik ekstraksi dapat dibagi menjadi 3 bagian :
  1. Ekstraksi cair-cair    (ekstraksi pelarut).
  2. Ekstraksi padat-cair (leaching).
  3. Ekstraksi Super kritis
Ekstraksi pelarut adalah  solut dipindahkan dari pelarut yang satu ke pelarut yang lain yang tidak tercampur dengan cara mengocok berulang. Dilaboratorium kimia dilakukan dengan menggunakan corong pemisah. Setelah pengocokan dibiarkan memisah menjadi 2 lapisan. Salah satu lapisan diambil, sedangkan lapisan ke 2 dibuang atau di ekstraksi kembali dengan cara yang sama.

Ekstraksi leaching adalah ekstraksi suatu konstituen dan sampel padat dengan cara melarutkan langsung dalam suatu pelarut yang sesuai lalu disaring filtrasi, diuapkan sampai kering di laboratorium. Ekstraksi ini dilakukan menggunakan alat soklet.

Istilah-istilah umum dalam ekstraksi :
  1. Material ekstraksi : bahan yang akan di ekstraksi
  2. Solven (media ekstraksi) : suatu zat cair yang dapat melakukan ekstraksi.
  3. Ekstrak : material yang dipisahkan dari zat pembawanya.
  4. Rafinat (residu) : material yangsudah di ekstraksi.
  5. Diluen : cairan pembawa.
  6. Ekstraktor : alat ekstraksi.
  7. Estraksi padat-cair : ekstraksi dari bahan padat.
  8. Ektraksi cair-cair (ekstraksi pelarut) : ekstraksi dari bahan cair.
Sifat - Sifat Pelarut :
  1. Selektif, hanya dapat melarutkan konstituen yang kita inginkan.
  2. Sulubilitas, mampu melarutkan atau mengekstraksi dalam jumlah yang banyak.
  3. kemampuan memisahkan.
  4. Densitas yang berbeda.
  5. Reaktifitas, pelarut tudak boleh bereaksi dengan zat yang diambil .
  6. Titik didih dapat bereaksi dengan bahan yang diekstraksi.
  7. Murah.
  8. Tidak beracun, eksplosif dan korosif.
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi :
  1. Ukuran partikel
  2. Jenis pelarut
  3. Temperatur
  4. Pencampuran
Ekstraksi padat - cair yang digunakan untuk memisahkan enalit yang terdapat pada padatan yang menggunakan pelarut organik. Padatan yang akan diekstraksi, terlebih dahulu dilembutkan dengan cara ditumbuk atau juga di iris - iris, kemudian padatkan yang telah halus dibungukus dengan kertas saring. Padatan organik dimasukkan ke dalam labu alas bulat.

Kemudian alat ekstraksi soklet di rangkai dengan kondensor. Ekstraksi dilakukan dengan memanaskan pelarut organik sampai semua analit terekstrak.

Manfaat Menjadi Member Forum Dan Cara Daftar Forum Kimiatip

Hallo temen-temen, 
Kali ini KIMIATIP menghadirkan Forum untuk temen-temen sekalian.
Maksud dari admin membuat forum ini bertujuan untuk:
  1. Mengumpulkan temen-temen yang berminat terhadap kimia.
  2. Memudahkan temen-temen berinteraksi sesama kimialovers.
  3. Memudahkan temen-temen saling tanya jawab jika ada soal-soal dan info-info tertentu.
  4. Memudahkan pengetikan reaksi kimia.
  5. Postingan temen-temen akan dilihat seluruh member di forum ini, sehingga postingan temen-temen akan cepat direspon.
  6. Postingan temen-temen dapat diketik sepanjang-panjangnya.
  7. Postingan temen-temen dapat di tambahkan gambar/foto dan emoticon.
  8. dan lain-lain.
Bagaimana cara daftarnya??
  • Buka link ini http://kimiatip.1107139.n5.nabble.com/
  • klick registrasi. 

  • Isi data berupa username, email, password dan kode chapta, lalu klick register now.


  • lalu akan muncul seperti ini. Buka Email anda dan lihat kotak masuk atau kotak spam.
 
  • Klick link  yang ditunjuk tanda panah pada gambar untuk aktivasi atau konfirmasi.
 


  • Jika sudah di klick dan ada tulisan seperti gambar dibawah. Maka sudah selesai.

  • Klick tulisan kimiatip diatas tulisan "Registration Confirmed" tersebut. Dan buat lah postingan dan tanggapi postingan temen-temen lain.
Nah, mudah kan??
Saatnya berforum ria di Forum KIMIATIP.
We Share Science

http://kimiatip.blogspot.com/