Skip to main content

Melaksanakan Proses Ekstraksi




I. TUJUAN
  1. Dapat melakukan proses ekstraksi sesuai dengan instruksi kerja yang diberikan.
  2. Mampu mengidentifikasi hasil ekstraksi yang didapat.
  3. Mengetahui perbedaan ekstraksi cair-cair dan padat cair.
II. TEORI DASAR

Karena bahan teori dasar banyak, jadi untuk teori dasar dipindahkan dan dapat dilihat pada link berikut Teori Dasar Ekstraksi

III. ALAT DAN BAHAN

EKSTRAKSI CAIR-CAIR
EKSTRAKSI PADAT-CAIR
ALAT
ALAT
Corong pemisah
Labu didih
Selang
Standar dan klem
Soklet
Gelas piala
Gelas piala
Kondensor gundul
Pisau
Gelas ukur
Standar dan klem
Gelas ukur

Tube
Mantel pemanas



BAHAN
BAHAN
Etanol
Kemiri
N – heksana
Minyak sawit
Minyak sawit
Aquades

Metanol



IV. PROSEDUR KERJA
Cair - Cair
  1. Ambil minyak sawit 25 ml dan di ekstrak dengan etanol 25ml dengan cara dikocok-kocok hingga dengan etanol tercampur.
  2. Didiamkan hingga terpisah antara lapisan minyak dan etanol.
  3. Dipisahkan etanol dari minyak dengan membuka tutup corong pemisah dan etanol dikeluarkan dengan membuka kran.
  4. Minyak diekstrak kembali dengan etanol yang telah diambil lagi sebanyak 25 ml dan lakukan dengan cara yang sama.
Padat - Cair
  1. Merangkai alat sesuai instruksi.
  2. Menimbang kemiri 25 gram dam diiris halus, lalu dimasukkan ke dalam kertas saring/
  3. Dimasukkan kedalam soklet dan diisi dengan n-heksana sepenuhnya setelah n-heptana turun ke dalam labu didih, lalu diisi lagi dengan n-heksana setengahnya.
  4. Didihkan air pada pendingin sendok. Lalu hidupkan mantel pemanas.
  5. Ekstraksi dilakukan sampai 4 kali sirkulasi.
  6. Kemudian lakukan pada pemekatan pada hasil ekstraksi.
  7. Setelah selesai, dimasukkan kedalam oven sekitar 15 menit ( cawan porselen telah ditimbang).
  8. Timbang berat cawan porselen + hasil ekstraksi.

V.  PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
Cair-Cair
  1. setelah minyak dimasukkan ke dalam corong pemisah, terdapat bidang batas tetapi belum terlalu tampak. Setelah dikocok terdapat bidang batas yang jelas ( terdapat 2 lapisan ).
  2. Saat membuka kran sebaiknya dibuka tutup corong pemisah terdahulu agar alirannya mudah    ( terdapat udara).
Padat-Cair

Data ekstraksi cair-cair
  • V minyak sawit = 25ml
  • V metanol = 2 x 25ml
  • cawan kosong = 31,58 gram
  • cawan kosong + hasil ekstraksi =  32,53 gram
  • hasil ekstraksi = 0,95 gram
Data ekstraksi padat-cair
  • kemiri = 25,03 gram
  • cawan kosong = 38,70 gram
  • cawan kosong + minyak kemiri = 47,89 gram        
  • hasil = 9,19 gram
Perhitungan
A. Ekstraksi cair-cair
rendemen = gram hasil / gram bahan baku      x 100%
                 = 0,95 / 25,00   x 100% 
                 = 3,8 %

B. Ekstraksi padat-cair
rendemen = gram hasil / gram bahan baku      x 100%
                 = 9,19 / 25,03   x 100 %
                 = 36,72 %

VI. KESIMPULAN
A. Cair-cair
Minyak diekstraksi dengan etanol untuk pencucian suatu konstituen dalam suatu sampel kesuatu pelarut dilakukan dengan cara mengocok.

B. Padat-cair
Hasil yang didapatkan dari hasil percobaan ekstraksi cair-cair rendemennya sebanyak 3,8%, sedangkan pada ekstraksi padat cair hasil yang didapatkan 36,72 %.

Comments

Popular posts from this blog

Penentuan Viskositas Cairan Dengan Alat Viskometer Oswald

Viskositas adalah ketidak leluasaan aliran cairan dan gas yang disebabkan oleh gesekan antara bagian cairan tersebut. Dan menyebabkan / disebut juga kekentalan. Viskometer adalah besarnya gaya persatuan luas ( dyne/cm ). Kecepatan yang diperlukan untuk mendapatkan beda sebesar 1cm/dt antara 2 lapisan sejajar yang berjarak 2cm. Berikut adalah contoh dari bentuk viskometer oswald Penentuan Viskositas Cairan Dengan Alat Viskometer Oswald I. TUJUAN PERCOBAAN Untuk menentukan viskositas berbagai cairan dengan Metode Oswald. Mengetahui hubungan antara viskositas dengan fluiditas waktu alir dari cairan atau berbagai larutan. Mengetahui hubungan antara koefisien viskositas, massa jenis, dan waktu antara suatu cairan tertentu dengan cairan pembandingnya. Mengetahui dan memahami prinsip kerja dari percobaan viskositas berbagai larutan dengan metode Ostwald. II. LANDASAN TEORI Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliaran fluida yang...

Pengertian Dan Bahan Baku Pembuatan Pulp

Pengertian Pulp          Pulp adalah hasil pemisahan serat dari bahan baku berserat (kayu maupun non kayu) melalui berbagai proses pembuatannya (mekanis, semikimia, kimia). Pulp adalah bahan berupa serat berwarna putih yang diperoleh melalui proses penyisihan lignin dari biomassa ( delignifikasi). Pulp digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan kertas dan dapat juga dikonversi menjadi senyawa turunan selulosa termasuk selulosa asetat. Penyisihan lignin dari biomassa dapat dilakukan dengan berbagai proses yaitu mekani, semikimia dan kimia. 1.   Persiapan Bahan Baku Bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan pulp ada dua jenis : Bahan Baku Primer Untuk memperoleh serat ini diperoleh dari tumbuh-tumbuhan dengan jenis kayu (wood) dan bukan kayu (non wood).        Kayu (Wood) Kayu dapat dibedakan berdasarkan ukuran daun yang dimiliki yaitu kayu berdaun lebar dan...

Simbol Bahaya Pada Pelabelan Bahan-Bahan Kimia Berbahaya

  SIMBOL BAHAYA Di dalam laboratorium ataupun di tempat-tempat tertentu, suatu saat anda akan menemukan lambang-lambang / icon seperti : api, gas, radiasi dan sebagainya. Biasanya lambang tersebut ada di pintu sebelum masuk ruangan, atau di dinding dan pada botol atau tempat zat suatu bahan. Tahukah anda apa arti lambang-lambang tsb? Baca artikel berikut. Simbol bahaya digunakan untuk pelabelan bahan-bahan berbahaya menurut Peraturan tentang Bahan Berbahaya ( Ordinance on Hazardeous Substances ) Peraturan tentang Bahan Berbahaya ( Ordinance on Hazardeous Substances ) adalah suatu aturan untuk melindungi/menjaga bahan-bahan berbahaya dan terutama   terdiri dari bidang keselamatan kerja .  Arah Peraturan tentang Bahan Berbahaya ( Ordinance on Hazardeous Substances ) untuk klasifikasi, pengepakan dan pelabelan bahan kimia adalah valid untuk semua bidang, area dan aplikasi, dan tentu saja, juga untuk lingkungan, perlindungan   konsumer dan...