Skip to main content

Menentukan Metode Pengolahan Limbah Non B3

Sebelum menentukan metode pengolahan limbah, kita harus tau apa dasar menentukan metode, seperti di bawah ini. Dasar penentuan metode 1)Hasil identifikasi limbah awal sebelum pengolahan (sumber, jenis, sifat dan dampak pencemaran terhadap  lingkungan) 2)Jumlah limbah 3)Tujuan pengolahan limbah. (ekonomis / non ekonomis).


 
 
Jenis-jenis metode pengolahan limbah padat non B3 ada 5 macam yaitu :
1. Metode Insenerasi
Yaitu : metode pengolahan limbah padat melalui proses pembakaran secara tertutup di dalam insenerator yang terbuat dari plat baja di lapisi batu api dengan suhu pembakaran antara 800 - 1000 ( 0  celcius)

2. Metode Open Dumping 

Yaitu: metode pengolahan limbah padat tanpa dikontrol melalui proses penumpukan sampah di tempat terbuka. Biasanya di laksanakan di tempat pembuangan sementara ( TPS ). Selama proses ini terjadi penguraian oleh mikroorganisme secara aerob sehingga menghasilkan bau.

3. Metode Sanitary Landfill
Yaitu : metode pengolahan limbah padat yang dikontrol melalui proses penumpukan sampah yang di padatkan didalam galian tanah dan permukaannya di tutup / di timbun tanah.

4. Metode Recycle
Yaitu:  Metode pengolahan limbah melalui proses daur ulang menjadi produk lain yang punya nilai ekonomis. Contoh : memanfaatkan sampah plastik menjadi produk yang bernilai ekonomis.

5. Metode Pengomposan
Yaitu : Pengolahan sampah organik dalam suatu wadah terutup melalui proses penguraian senyawa organik oleh populasi mikroorganisme dalam kondisi hangat, lembab dengan bantuan aktifator untuk membantu mempercepat aktifitas penguraian mikroorganisme.

Comments

  1. thank's to info.. selesai deh tugas gw.

    ReplyDelete
  2. ane copy ya gan.. heheheeee

    ReplyDelete
  3. Mantab info pintarnya keren keren ijin copas ya

    Salam sehat brother

    ReplyDelete
  4. Klo pengempul masuk ke poin berapa ya

    Tmks

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih atas komentarnya

Popular posts from this blog

Penentuan Viskositas Cairan Dengan Alat Viskometer Oswald

Viskositas adalah ketidak leluasaan aliran cairan dan gas yang disebabkan oleh gesekan antara bagian cairan tersebut. Dan menyebabkan / disebut juga kekentalan. Viskometer adalah besarnya gaya persatuan luas ( dyne/cm ). Kecepatan yang diperlukan untuk mendapatkan beda sebesar 1cm/dt antara 2 lapisan sejajar yang berjarak 2cm. Berikut adalah contoh dari bentuk viskometer oswald Penentuan Viskositas Cairan Dengan Alat Viskometer Oswald I. TUJUAN PERCOBAAN Untuk menentukan viskositas berbagai cairan dengan Metode Oswald. Mengetahui hubungan antara viskositas dengan fluiditas waktu alir dari cairan atau berbagai larutan. Mengetahui hubungan antara koefisien viskositas, massa jenis, dan waktu antara suatu cairan tertentu dengan cairan pembandingnya. Mengetahui dan memahami prinsip kerja dari percobaan viskositas berbagai larutan dengan metode Ostwald. II. LANDASAN TEORI Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliaran fluida yang...

Pengertian Dan Bahan Baku Pembuatan Pulp

Pengertian Pulp          Pulp adalah hasil pemisahan serat dari bahan baku berserat (kayu maupun non kayu) melalui berbagai proses pembuatannya (mekanis, semikimia, kimia). Pulp adalah bahan berupa serat berwarna putih yang diperoleh melalui proses penyisihan lignin dari biomassa ( delignifikasi). Pulp digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan kertas dan dapat juga dikonversi menjadi senyawa turunan selulosa termasuk selulosa asetat. Penyisihan lignin dari biomassa dapat dilakukan dengan berbagai proses yaitu mekani, semikimia dan kimia. 1.   Persiapan Bahan Baku Bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan pulp ada dua jenis : Bahan Baku Primer Untuk memperoleh serat ini diperoleh dari tumbuh-tumbuhan dengan jenis kayu (wood) dan bukan kayu (non wood).        Kayu (Wood) Kayu dapat dibedakan berdasarkan ukuran daun yang dimiliki yaitu kayu berdaun lebar dan...

Simbol Bahaya Pada Pelabelan Bahan-Bahan Kimia Berbahaya

  SIMBOL BAHAYA Di dalam laboratorium ataupun di tempat-tempat tertentu, suatu saat anda akan menemukan lambang-lambang / icon seperti : api, gas, radiasi dan sebagainya. Biasanya lambang tersebut ada di pintu sebelum masuk ruangan, atau di dinding dan pada botol atau tempat zat suatu bahan. Tahukah anda apa arti lambang-lambang tsb? Baca artikel berikut. Simbol bahaya digunakan untuk pelabelan bahan-bahan berbahaya menurut Peraturan tentang Bahan Berbahaya ( Ordinance on Hazardeous Substances ) Peraturan tentang Bahan Berbahaya ( Ordinance on Hazardeous Substances ) adalah suatu aturan untuk melindungi/menjaga bahan-bahan berbahaya dan terutama   terdiri dari bidang keselamatan kerja .  Arah Peraturan tentang Bahan Berbahaya ( Ordinance on Hazardeous Substances ) untuk klasifikasi, pengepakan dan pelabelan bahan kimia adalah valid untuk semua bidang, area dan aplikasi, dan tentu saja, juga untuk lingkungan, perlindungan   konsumer dan...