Hal yang Perlu Dilakukan Saat Baru Pertama Menjadi Operator Proses di Pabrik Industri Kimia

Memulai karier sebagai operator proses di pabrik industri kimia adalah pengalaman yang penuh tantangan sekaligus kesempatan untuk belajar. Lingkungan kerja yang melibatkan bahan kimia, peralatan bertekanan, dan proses produksi yang kompleks menuntut setiap operator untuk bekerja dengan disiplin, teliti, dan mengutamakan keselamatan.

Berikut beberapa hal penting yang perlu dilakukan ketika pertama kali menjadi operator proses.

1. Utamakan Keselamatan Kerja (Safety First)

Keselamatan adalah prioritas utama. Selalu gunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai ketentuan, seperti helm keselamatan, kacamata pelindung, sarung tangan, sepatu safety, dan pelindung pendengaran jika diperlukan. Jangan pernah menganggap remeh prosedur keselamatan, sekecil apa pun pekerjaannya.

2. Pelajari Proses Produksi

Luangkan waktu untuk memahami alur proses di unit tempat Anda bekerja. Ketahui fungsi setiap peralatan, jalur pipa, tangki, pompa, katup, heat exchanger, hingga instrumen pengukuran. Semakin baik pemahaman Anda terhadap proses, semakin mudah mendeteksi kondisi yang tidak normal.

3. Kenali SOP dan Instruksi Kerja

Setiap pekerjaan memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Bacalah dengan saksama dan jangan ragu bertanya jika ada langkah yang belum dipahami. Mengikuti SOP membantu menjaga keselamatan, kualitas produk, dan kelancaran operasi.

4. Belajar dari Operator Senior

Operator senior memiliki pengalaman yang sangat berharga. Dengarkan arahan mereka, amati cara mereka bekerja, dan jadikan pengalaman mereka sebagai sumber pembelajaran. Sikap rendah hati akan mempercepat proses adaptasi.

5. Biasakan Melakukan Pemeriksaan Lapangan

Saat berkeliling area, perhatikan tekanan, suhu, level, aliran, suara mesin, getaran, serta kemungkinan adanya kebocoran. Kebiasaan inspeksi rutin dapat membantu menemukan potensi masalah sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

6. Jangan Takut Bertanya

Tidak ada yang langsung menguasai semua hal pada hari pertama. Jika ragu terhadap suatu kondisi atau instruksi, segera tanyakan kepada supervisor atau operator yang lebih berpengalaman. Bertanya jauh lebih baik daripada mengambil keputusan yang berisiko.

7. Latih Komunikasi yang Baik

Operator proses bekerja dalam tim. Komunikasi yang jelas saat pergantian shift, pelaporan kondisi peralatan, maupun koordinasi dengan ruang kontrol sangat penting agar operasi tetap berjalan dengan aman.

8. Disiplin dan Bertanggung Jawab

Datang tepat waktu, lakukan patroli sesuai jadwal, isi log sheet dengan benar, dan laporkan setiap kondisi yang tidak normal. Kedisisiplinan merupakan salah satu kunci menjadi operator yang profesional.

9. Terus Belajar

Industri kimia terus berkembang. Manfaatkan setiap kesempatan untuk mengikuti pelatihan, membaca manual peralatan, memahami diagram proses, dan mempelajari dasar-dasar instrumentasi serta kontrol proses.

Penutup

Menjadi operator proses bukan hanya tentang menjalankan peralatan, tetapi juga menjaga keselamatan diri, rekan kerja, lingkungan, dan kelancaran produksi. Dengan disiplin, kemauan belajar, serta kepatuhan terhadap prosedur, seorang operator baru dapat berkembang menjadi tenaga profesional yang andal dan dipercaya.

Selamat memulai perjalanan sebagai operator proses. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap langkah pekerjaan.

Jenis Jenis Steam

Jenis - jenis steam


1. Saturated steam 

Saturated steam (uap jenuh) adalah uap air yang berada tepat pada kondisi keseimbangan dengan air cairnya pada tekanan dan suhu tertentu.


Penjelasan :


Terjadi saat air mendidih.


Suhu uap = suhu didih air pada tekanan tersebut.


Jika ditambah panas, uap tidak langsung naik suhu, tapi berubah jadi superheated steam.


Jika kehilangan panas, sebagian uap akan mengembun jadi air.


Contoh:


Pada tekanan 1 atm, saturated steam terbentuk pada 100°C.


Di boiler industri, suhu dan tekanannya bisa jauh lebih tinggi.


Perbandingan cepat:


Saturated steam → masih “siap” mengembun


Superheated steam → lebih panas dari titik jenuh, tidak mudah mengembun


Wet steam → campuran uap + tetesan air



2. Dry saturated

Dry saturated steam adalah uap jenuh kering, yaitu uap air yang berada tepat pada kondisi jenuh (saturated) dan tidak mengandung tetesan air sama sekali.


Penjelasan :


Berada tepat di titik didih pada tekanan tertentu


Kualitas uap (dryness fraction) = 1 atau x = 1


Tidak ada air cair yang ikut terbawa


Jika kehilangan panas sedikit saja → langsung mulai mengembun


Contoh:


Pada 1 atm, dry saturated steam terbentuk pada 100°C


Umum digunakan sebagai acuan teori termodinamika dan di industri uap


Perbandingan singkat:


Wet steam → uap + air cair (x < 1)


Dry saturated steam → uap murni jenuh (x = 1)


Superheated steam → uap dipanaskan lagi di atas suhu jenuh


3. Wet Steam

Wet steam adalah uap basah, yaitu campuran antara uap air dan air cair yang masih berada pada kondisi jenuh (saturated).


Penjelasan singkat:


Terjadi saat penguapan belum sempurna


Mengandung tetesan air cair


Dryness fraction (kualitas uap) < 1 → misalnya x = 0,9 berarti 90% uap dan 10% air


Suhunya sama dengan suhu jenuh pada tekanan tersebut


Contoh:


Dalam boiler yang pemisahan uapnya kurang baik


Pada pipa uap yang mengalami kehilangan panas sehingga sebagian uap mengembun


Perbandingan cepat:


Wet steam → uap + air cair


Dry saturated steam → uap jenuh murni (tanpa air)


Superheated steam → uap dipanaskan di atas suhu jenuh


4. Superheated Steam

Superheated steam adalah uap air yang dipanaskan lebih lanjut sehingga suhunya lebih tinggi dari suhu jenuh (saturated temperature) pada tekanan yang sama.


Penjelasan singkat:


Terjadi setelah dry saturated steam dipanaskan lagi


Suhunya > suhu jenuh pada tekanan tersebut


Tidak mengandung air cair


Tidak mudah mengembun


Contoh:


Pada tekanan 1 atm:


Suhu jenuh = 100°C


Jika uap dipanaskan sampai 150°C, itu disebut superheated steam


Perbandingan ringkas:


Wet steam → uap + air cair


Dry saturated steam → uap jenuh murni


Superheated steam → uap lebih panas dari titik jenuh


5. Low Pressure Steam

Low pressure steam adalah uap air yang beroperasi pada tekanan rendah, umumnya di bawah ±3 bar (≈ 300 kPa), tergantung standar industri yang dipakai.


Penjelasan singkat:


Tekanan uap rendah → suhu uap juga relatif rendah


Bisa berupa wet steam, dry saturated steam, atau superheated steam (yang penting tekanannya)


Lebih aman dan mudah dikontrol


Cocok untuk pemanasan ringan–menengah


Contoh penggunaan:


Pemanas ruangan


Laundry & rumah sakit


Industri makanan/minuman (pasteurisasi, cooking)


Pemanasan tangki & pipa


Perbandingan umum:


Low pressure steam → < 4 bar → pemanasan proses


Medium pressure steam → ±4–10 bar


High pressure steam → > 10 bar → pembangkit listrik / turbin


6. High pressure Steam

High pressure steam adalah uap air yang beroperasi pada tekanan tinggi, umumnya di atas ±10 bar (≈ 1 MPa), meskipun batas pastinya bisa berbeda tergantung standar industri.


Penjelasan singkat:


Tekanan tinggi → suhu uap tinggi


Biasanya berupa dry saturated steam atau superheated steam


Mengandung energi (enthalpy) besar


Memerlukan peralatan dan sistem keselamatan khusus


Contoh penggunaan:


Turbin uap / PLTU (pembangkit listrik)


Proses industri berat (kimia, petrokimia, pulp & paper)


Cogeneration (CHP)


Perbandingan umum:


Low pressure steam → < 3 bar → pemanasan ringan


Medium pressure steam → ±3–10 bar


High pressure steam → > 10 bar → tenaga & proses berat



Manfaat briefing sebelum bekerja

Briefing sebelum bekerja punya banyak fungsi penting untuk keselamatan, efisiensi, dan kualitas pekerjaan. Berikut penjelasan yang paling umum dan mudah dipahami:

1. Menyampaikan Rencana Kerja Harian

  • Apa saja pekerjaan yang harus dilakukan hari itu.

  • Siapa yang mengerjakan apa (pembagian tugas).

2. Mengidentifikasi dan Mencegah Risiko

  • Menyampaikan potensi bahaya di area kerja.

  • Menjelaskan cara aman bekerja dan kontrol risiko.

  • Jika ada pekerjaan berbahaya (hot work, confined space, lifting, dll), briefing memastikan semua orang paham prosedurnya.

3. Update Informasi Terbaru

  • Informasi perubahan kondisi lapangan.

  • Peralatan/mesin yang bermasalah.

  • Kebijakan baru dari perusahaan.

4. Meningkatkan Koordinasi Tim

  • Memastikan semua pekerja punya pemahaman yang sama.

  • Menghindari miskomunikasi.

  • Menyamakan standar kerja.

5. Memastikan Peralatan & APD Siap

  • Cek apakah pekerja sudah memakai APD lengkap.

  • Mengingatkan untuk mengecek alat sebelum digunakan.

6. Meningkatkan Produktivitas

  • Pekerja bisa langsung mulai bekerja tanpa bingung.

  • Mengurangi waktu terbuang karena salah paham.

7. Menumbuhkan Sikap Disiplin

  • Membiasakan budaya keselamatan (safety culture).

  • Memperkuat komunikasi antara leader dan anggota tim.

8. Menyampaikan Target & Evaluasi Singkat

  • Review pekerjaan kemarin (apa yang belum selesai).

  • Menetapkan target harian yang jelas.

Cara mengganti pompa yang sedang jalan dengan pompa yang stanby

 

Pompa dalam industri terkadang memakai 2 pompa yang dimana 1 pompa bekerja dan 1 lagi standby. 

Fungsi dipakai 2 pompa adalah untuk menjaga proses agar tetap berjalan saat pompa yang bekerja bermasalah maka kita dapat menggantinya dengan pompa yang standby. 

Atau pompa di ganti saat ada pekerjaan di salah satu pompa dan bisa juga untuk menjaga efesiensi pompa secara berkala diganti. 

Nah, bagaimana cara mengganti pompa tanpa mematikan pompa yang berjalan? 

Konsepnya adalah kita menjaga aliran flow keluaran dari pompa supaya stabil. 

- Pertama pastikan dahulu pompa yang akan di jalankan tidak dalam posisi lock power. 

- kedua pastikan sealing water ke mekanikal seal nya (jika ada) sudah lancar. 

- ketiga pastikan drain valve dan dischardge pompa sudah tertutup rapat. 

- Setelah di pastikan ke 3 hal diatas, buka suction pompa yang akan kita jalankan perlahan sampai terbuka penuh sambil di monitor Flow keluaran pompa jangan sampai turun. 

- jika sudah terbuka full, jika ada venting di dischardge pompa buka perlahan untuk membuang udara. 

- lalu star pompa yang akan di jalankan. 

- buka perlahan dischardge pompa tersebut perlahan sambil di monitor Flow keluaran pompa. 

- tambah bukaan pompa yang baru di jalankan, jika Flow berlebih, kurangi dischardge pompa yang akan kita stop. 

- tambah terus sampai bukaan dischardge pompa normal dan Flow normal. 

- kurangi dischardge pompa yang akan kita stop perlahan sampai buka 10%.

- jika sudah, dan Flow normal coba tutup dischardge dan jika masih normal langsung stop pompa tersebut. 

Namun jika Flow turun drastis dan tidak dapat di tambah dari pompa sebelahnya kembalikan lagi ke posisi semula. 


Mungkin itu beberapa tips dari admin, jika ada koreksi atau tambahan harap tuliskan di kolom komentar. 

Hal-hal yang perlu di perhatikan saat baru bekerja di perusahaan industri

 


Berikut sedikit tips tentang hal-hal yang perlu di perhatikan saat baru bekerja di perusahaan industri.


1. Alat pelindung diri ( APD) 

Sebagai karyawan baru, magang atau dalam masa percobaan kita perlu melengkapi alat pelindung diri sebelum ke area lapangan.

Jika sudah lengkap, kita juga perlu memastikan apakah alat pelindung diri tersebut layak digunakan atau tidak. Jika lengkap dan layak kita sudah bisa ke area.

Karena Alat pelindung diri merupakan hal wajib sebagai proteksi awal atau pengamanan dasar bagi kita bekerja. 


2. Mengenali safety sign (tanda bahaya)

Sebelum masuk ke suatu area, kita perlu mengenali apakah area tersebut berbahaya atau tidak, apa potensi bahayanya dan apa Alat pelindung diri yang di perlukan di area tersebut.

Juga perlu mengenali batas aman terhadap equipment. 


3. Ikuti instruksi (SOP /Standard Operating Procedure)

Saat dalam pengawasan pembimbing atau senior di area tersebut, harap jaga batas aman terhadap alat-alat jika perlu. Dan jangan malu bertanya supaya kita tahu apa perlakuan yang harus di lakukan di tempat tersebut.

Jangan lakukan hal yang meragukan atau hal yang kita tidak ketahui supaya tidak menyebabkan masalah baru. 


4. Mencatat 

Catat hal yang perlu di catat tentang apapun yang sekiranya di perlukan untuk dicatat supaya saat diperlukan kita bisa mengingat kembali jika lupa. 


Mungkin itu beberapa tips dari admin, jika ada koreksi atau tambahan harap tuliskan di kolom komentar. 

Gas, Cairan dan padatan

 











Bahan baku dasar pembuatan pulp

Bahan baku dasar pembuatan pulp adalah selulosa dalam bentuk serat dan hampir semua tumbuhan yang mengandung selulosa dapat dipakai sebagai bahan baku pembuatan pulp. Bahan baku yang digunakan dapat berupa jerami. Kayu jarum misalnya kayu pinus, kayu turi dan bambu, sedangkan yang termasuk kayu daun misalnya jerami, merang, batang pisang dan rumput-rumputan. Batang pisang merupakan salah satu limbah (buangan) dari perkebunan pisang dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pulp, karena mengandung selulosa. Selulosa terdapat pada semua tumbuhan, dari pohon bertingkat tinggi hingga organisme primitive seperti lumut dan gangang. Hampir semua tumbuhan yang mengandung selulosa dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pulp (Fengel.D,1995). Komponen lignoselulosa merupakan bagian terbesar yang menyusun tumbuh tumbuhan. Komponen ini terdiri dari selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Lignoselulosa yang terdapat dalam limbah pertanian terdiri dari 40 – 60 % selulosa, 20 – 30 % hemiselulosa, dan 15 – 30 % lignin. Susunan selulosa, hemiselulosa dan lignin dalam sel tanaman sangat kompleks. Hemiselulosa bersama lignin membalut serta menyatukan serat-serat selulosa. Wujud dari tiga dimensi lignin mengakibatkan struktur sel tanaman bersifat pasif dan kaku. Susunan yang kompleks tersebut mengakibatkan proses pemisahan komponen-komponen ini cukup rumit.

Selulosa merupakan senyawa organik yang paling banyak melimpah di alam, karena struktur bahan seluruh dunia tumbuhan terdiri atas sebahagian besar selulosa. Suatu jaringan yang terdiri atas beberapa lapis serat selulosa adalah unsur penguat utama dinding sel tumbuhan. Didalam selulosa terdapat dalam bentuk serat-serat. Serat-serat selulosa mempunyai kekuatan mekanik yang tinggi. Selulosa merupakan suatu polimer yang berantai lurus yang terdiri dari unit-unit glukosa. Bobot molekul selulosa alamiah sukar diukur, dikarenakan degradasi yang terjadi selama isolasi. Panjang rantainya berbeda-beda dari jenis tumbuhan yang berbeda. Selulosa termasuk senyawa polisakarida yang mempunyai rumus empiris (C6H10O5)n, dimana n berkisar dari 2000 sampai dengan 3000. Nama hemiselulosa pertama kali diusulkan oleh Sehulzz pada tahun 1891 untuk menunjukkan polisakarida-polisakarida yang dapat disaring atau diekstraksi sebagai larutan alkali. Hemiselulosa menyusun sekitar 1/2 tumbuhan tahunan dan sekitar 1/3 tumbuhan semusim. Istilah hemiselulosa menunjukkan pada sejumlah besar polisakarida kompleks yang menyertai selulosa dalam dinding sel tumbuhan. Kebanyakan hemiselulosa adalah heteropolisakarida yang mengandung dua atau lebih monosakarida yang berlainan. Hemiselulosa mudah diekstraksi dari serat-serat dan kayu dengan larutan alkali. Hemiselulosa termasuk polisakarida yang terdapat bersama-sama dengan selulosa, bila dihidrolisa menghasilkan bermacam-macam sakarida seperti heksosa dan pentosa. Lignin adalah polimer yang kompleks dengan berat molekul tinggi dan tersusun atas unit-unit fenil propan. Meskipun tersusun atas karbon, hidrogen dan oksida, tetapi lignin bukanlah suatu karbohidrat. Lignin terdapat di antara sel-sel dan didalam dinding sel. Di antara dinding sel lignin berfungsi sebagai pengikat untuk sel-sel secara bersama-sama.

    Cara yang baik untuk mengisolasi lignin adalah dengan melarutkannya dalam pelarut yang cocok seperti dioksan. Lignin dengan hasil isolasi dengan cara ini lebih murni dan strukturnya relatif tidak berubah, hal ini disebabkan dioksan tidak bereaksi dengan lignin. Di dalam tumbuh-tumbuhan, lignin merupakan bahan yang tidak berwarna. Jika lignin bersentuhan dengan adanya sinar matahari, maka lama-lama lignin cenderung menjadi kuning.

    Karenanya kertas koran yang terbuat dari serat-serat yang dipisahkan secara mekanis tanpa bahan kimia, tidak berumur panjang karena kecenderungannya menjadi kuning. Pulp adalah hasil pemisahan serat dari bahan baku berserat (kayu maupun non kayu) melalui berbagai proses pembuatannya (mekanis, semikimia dan kimia). Pulp terdiri dari serat-serat (selulosa dan hemiselulosa) sebagai bahan baku kertas. Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami dan mengandung selulosa dan hemiselulosa. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet. Sebagai bahan baku kertas, parameter yang penting dari pulp adalah kandungan selulosa dan kandungan lignin. Kandungan selulosa yang tinggi sangat diperlukan pada pembuatan kertas karena merupakan bahan dengan rantai yang panjang sehingga dengan kadar yang tinggi kertas yang dihasilkan akan kuat. Sedangkan kandungan lignin menunjukkan banyaknya lignin dalam pulp. Kandungan lignin yang tinggi dalam pulp tidak diinginkan, karena adanya lignin dapat menimbulkan warna coklat pada kertas. Adapun kualitas pulp kertas dapat ditunjukkan pada Tabel 1 dan Tabel 2.

    Hampir semua tumbuhan yang mengandung selulosa dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bubur kertas (pulp). Proses pembuatan pulp adalah proses pemisahan lignin untuk memperoleh selulosa dari bahan berserat. Oleh karena itu selulosa harus bersih dari lignin supaya kualitas kertas yang dihasilkan tidak berubah warna selama pemakaian. Proses pembuatan pulp dapat dibagi menjadi tiga proses yaitu proses mekanis, proses semi kimia, dan proses kimia. Pembuatan pulp secara mekanis dilakukan tanpa menggunakan bahan kimia yaitu dengan cara menguraikan serat yang ada di dalam kayu secara paksa dengan menggunakan aksi mekanis. Bahan baku digiling dalam keadaan basah, serat-serat kayu akan terlepas, kemudian disaring sampai kehalusan tertentu untuk memperoleh bubur kertas (pulp). Dalam proses mekanis ini tidak dilakukan pemisahan komponen-komponen yang terdapat di dalam kayu sehingga pulp yang dihasilkan mempunyai kandungan bahan seperti semula. Keuntungan proses ini adalah biaya produksi yang rendah dan hasil yang tinggi karena pulp yang diperoleh sekitar 90 % dari bahan semula. Kelemahannya adalah rendahnya mutu kertas yang dihasilkan, dimana kertas mudah sekali menjadi kuning dan kecoklatan karena kandungan ligninnya masih banyak.

    Proses semi kimia adalah karena pada tahap awal pembuatan pulp digunakan bahan-bahan kimia sebagai pelunak bahan baku. Pelunakan dimaksudkan untuk memutuskan ikatan lignoselulosa dengan menghilangkan sebagian dari hemiselulosa dan lignin. Kemudian diperlakukan secara mekanis untuk memisahkan serat-seratnya. Disini pulp semi kimia masih mengandung lebih dari 25 % lignin yang terdapat dalam kayu. Pulp yang diperoleh biasanya digunakan untuk membuat kertas pembungkus, kertas cetak dan papan kertas Syamsul Bahri / Jurnal Teknologi Kimia Unimal 4 : 2 (November 2015) 36 - 50 41

Jika konsentrasi bahan kimia semakin tinggi, maka penyerapan terhadap selulosa semakin naik dibandingkan dengan penyerapan terhadap lignin, yang dapat menghasilkan rendemen dan kekuatan rendah. Proses pembuatan pulp secara kimia adalah proses pembuatan pulp yang menggunakan bahan kimia sebagai bahan utama untuk melarutkan bagian-bagian kayu yang tidak diinginkan. Rendemen pulp yang diperoleh dalam proses ini relatif rendah dibandingkan dengan proses mekanis dan semi kimia, yaitu antara 40 – 60 %, sehingga diperoleh produk selulosa yang lebih murni. Ada tiga macam proses pembuatan proses pembuatan pulp secara kimia yaitu proses soda, proses sulfat atau kraft, dan proses sulfit, masing-masing menggunakan larutan pemasak yang berbeda. Keuntungan-keuntungan memakai proses kimia pada pembuatan pulp antara lain:

a. Dapat dilakukan pada semua jenis bahan baku. b. Kekuatan pulp tinggi. c. Pulp yang dihasilkan dapat digunakan untuk pembuatan rayon. d. Kualitas kertas yang dihasilkan lebih tinggi. Pada proses pemasakan, faktor-faktor yang berpengaruh antara lain jenis bahan baku, konsentrasi bahan kimia, suhu, waktu pemasakan, konsentrasi pelarut dan perbandingan cara pemasak terhadap bahan baku. Pengenalan tentang anatomi kayu akan memberikan gambaran tentang bagian-bagian kayu yang berbeda sedangkan serat yang dinyatakan dalam panjang, tebal dinding dan sebagainya merupakan parameter yang berperan dalam kekuatan ikatan antar serat dalam lembaran kertas. Dengan demikian, jelas terlihat bahwa sifat dari serat yang digunakan akan menentukan kualitas kertasnya. Sehingga dalam pembuatan kertas, pengetahuan tentang bahan baku merupakan salah satu dasar yang perlu dikuasai.

Konsentrasi bahan kimia sangat penting dalam pembuatan pulp, karena berkaitan dengan reaksi antar bahan kimia pemasak dengan material kayu. Makin tinggi konsentrasi makin banyak material kayu yang bereaksi dengannya. Namun degradasi terhadap selulosa makin naik dibandingkan dengan penyerapan Syamsul Bahri / Jurnal Teknologi Kimia Unimal 4 : 2 (November 2015) 36 - 50 42

terhadap lignin. Hal semacam ini tidak diinginkan dalam proses pembuatan pulp. Namun konsentrasi tinggi tidak harus dihindari, hal itu diperlukan pada awal pemasakan untuk menetralisasi asam-asam yang terjadi. Untuk memperoleh pulp pada serat abaka dengan menggunakan bahan kimia, dengan cara dididihkan dalam NaOH 1–5 % (S. M. Khopkar, 1990). Waktu pemasakan sangat perlu diperhatikan, dimana waktu pemasakan dapat dikurangi beberapa saat dengan menaikkan suhu pemasakan. Biasanya pada waktu pemasakan tinggi rendemen dan kualitas pulp turun, sehingga pulp yang dihasilkan tidak bertahan lama. Vasquez, dkk (1994) menemukan bahwa semakin lama waktu reaksi maka semakin banyak lignin yang tersisihkan dari biomassa, sehingga kandungan lignin dalam pulp semakin berkurang, untuk waktu yang lebih lama kandungan lignin dalam pulp mempunyai kecendrungan untuk meningkat kembali. Waktu yang diperlukan untuk delignifikasi optimum adalah dalam rentang 60–120 menit, persen perolehan pulp dan selulosa tidak bertambah setelah 120 menit pemasakan. Suhu pemasakan sangat penting dalam melakukan pemasakan, biasanya suhu pemasakan sangat ditentukan oleh jenis bahan baku yang digunakan. Suhu pemasakan berhubungan dengan laju reaksi. Delignifikasi dengan pelarut organik umumnya berlangsung pada suhu diatas 130 oC. Dari persamaan Arhenius, menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu reaksi maka konstanta laju delignifikasi akan semakin meningkat, sehingga pada suhu yang tinggi maka semakin banyak lignin yang dapat disisihkan dari biomassa. Selain meningkatnya laju delignifikasi pada suhu tinggi juga sebagian polisakarida akan terdegredasi (Vasquez dkk, 1994). Konsentrasi pelarut sangat penting dalam pembuatan pulp, karena berkaitan dengan reaksi antara pelarut dengan biomassa. Semakin tinggi konsentrasi pelarut semakin banyak biomassa yang bereaksi dengannya. Namun degradasi terhadap selulosa semakin naik dibandingkan penyerangan terhadap lignin. Hal semacam ini tidak diinginkan dalam proses pembuatan pulp. Tetapi konsentrasi tinggi tidak harus dihindari, hal itu diperlukan pada awal pemasakan untuk menetralisasi asam-asam yang terjadi. Syamsul Bahri / Jurnal Teknologi Kimia Unimal 4 : 2 (November 2015) 36 - 50 43

Pelarut organik akan mampu melarutkan lignin dengan baik pada konsentrasi tertentu. Untuk pemasakan TKS menggunakan proses etanol dengan katalis NaOH, konsentrasi etanol yang dipakai adalah 50 % (Nugroho dan Rusmanto, 1999). Pada konsentrasi ini etanol dapat menjaga selulosa terdegradasi pada suatu perbandingan cairan padatan tertentu. Marzuki (2005) dalam penelitiannya terhadap sabut kelapa juga menggunakan konsentrasi etanol sebesar 50 %. Perbandingan cairan pemasak terhadap bahan baku harus diketahui agar lignin dapat sempurna terlarut dalam cairan pemasak. Perbandingan yang terlalu besar akan menimbulkan ketidakhematan penggunaan cairan pemasak, sedangkan perbandingan yang terlalu kecil dapat menyebabkan pengendapan lignin. Untuk proses etanol-NaOH terhadap TKS digunakan perbandingan 20:1 (Nugroho dan Rusmanto, 1999), sedangkan Marzuki (2005) dalam penelitiannya terhadap sabut kelapa juga menggunakan perbandingan 20:1. 

Jenis-jenis kecelakaan kerja


 Berikut jenis - jenis kecelakaan kerja :


1. Fatality (meninggal)

Suatu kecelakaan kerja yang menghilangkan nyawa pekerja.


2. Lost Time Injury (luka serius)

Suatu kecelakaan kerja yang menyebabkan si pekerja tidak dapat melakukan pekerjaan rutin keesokan harinya atau jadwal shift berikutnya terhitung setelah hari kecelakaan terjadi.


3. Medical Treatment Injury (luka sedang)

Suatu kecelakaan kerja yang membutuhkan penanganan medis dan tidak menyebabkan kehilangan hari kerja, dengan catatan si pekerja dapat kembali bekerja setelah penanganan medis atau keesokan harinya sipekerja dapat kembali bekerja.


4. First aid Injury (luka ringan)

Suatu kecelakaan kerja yang dapat ditangani secara medis dengan menggunakan obat-obat di kotak P3K dan secara normal tidak membutuhkan penanganan medis lanjutan. 

Apa yang dimaksud dengan K3?

 



K3 Adalah singkatan dari keselamatan dan kesehatan kerja. 

Filosofi K3 yaitu upaya atau pemikiran dan penerapannya yang ditujukan untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya, untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja. 


K3 juga berarti suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran, penyakit akibat kerja dan lainnya.

Lambang K3

Lambang K3 dan penjelasannya telah diatur dalam keputusan menteri tenaga kerja Republik Indonesia No. KEP 1135/MEN/1987 tentang bendera keselamatan dan kesehatan kerja.  

Arti dan makna Lambang K3 

Bentuk Lambang :
- palang dilingkari roda bergigi sebelas berwarna hijau diatas dasar putih. 

Arti dan makna Lambang :
- palang : bebas dari kecelakaan dan sakit akibat kerja. 
- roda gigi : bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani. 
- warna putih : bersih dan suci. 
- warna hijau : selamat, sehat dan sejahtera.
- 11 gerigi roda : 11 bab dalam undang-undang keselamatan kerja. 

Definisi K3

Keselamatan (Safety) : 
Mengendalikan kerugian akibat kecelakaan. 

Kesehatan (Health) :
Derajat atau tingkat keadaan fisik dan psikologi individu. 

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) :
Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran, penyakit dan lain-lain di tempat kerja. 

Sistim manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) :
Bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian, dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. 


Apa itu check valve dan fungsinya

 


Check valve adalah alat yang digunakan untuk membuat aliran fluida hanya mengalir ke satu arah atau mencegah agar tidak terjadi aliran balik (back Flow).

Check valve tidak menggunakan handle untuk mengatur aliran fluida tetapi menggunakan gravitasi dan tekanan dari aliran fluida itu sendiri.

Check valve sering digunakan sebagai pengaman equipment atau pengontrol proses dalam suatu sistem perpipaan.

Aplikasi check valve dapat di jumpai pada outlet atau dischardge dari pompa centrifugal.

Ketika laju aliran fluida sesuai misalkan ke atas maka laju aliran fluida tersebut akan membuat plug atau disk terbuka. Dan saat ada tekanan dari fluida yang datang berlawanan misalkan ke bawah maka plug atau disk tersebut akan menutup sehingga aliran fluida tertahan.

Misalkan dalam sistem perpipaan dari pompa centrifugal tersebut tidak memakai check valve, maka bisa mengakibatkan tekanan atau Flow berkurang dari seharusnya.